Memiliki truk sendiri dulu sering dianggap sebagai tanda bahwa perusahaan sudah memiliki sistem distribusi yang kuat. Namun, kebutuhan logistik terus berubah. Volume pengiriman bisa naik turun, rute dapat berubah, dan perusahaan tidak selalu membutuhkan jumlah armada yang sama setiap hari.

Karena itu, sebagian perusahaan mulai mempertimbangkan pilihan lain, yaitu menggunakan jasa trucking. Dibandingkan membeli dan mengelola seluruh armada sendiri, trucking eksternal dapat memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan distribusi.

Lantas, apa yang membuat perusahaan memilih menggunakan jasa trucking?

Membeli Truk Bukan Sekadar Membayar Harga Kendaraan

Ketika perusahaan membeli truk, biaya yang dikeluarkan tidak berhenti pada harga kendaraan.

Ada berbagai biaya dan pekerjaan operasional yang perlu diperhitungkan, mulai dari perawatan, pajak dan administrasi kendaraan, bahan bakar, ban, hingga pengelolaan pengemudi.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan kendaraan selalu dalam kondisi siap digunakan. Ketika truk mengalami masalah atau masuk bengkel, kapasitas distribusi dapat ikut terdampak.

Artinya, memiliki armada sendiri berarti perusahaan juga harus siap mengelola aset dan seluruh operasional di belakangnya.

1. Biaya Investasi Awal Bisa Lebih Besar

Membeli truk membutuhkan modal yang cukup besar. Bagi perusahaan yang kebutuhan distribusinya belum stabil, investasi tersebut perlu dihitung dengan hati-hati.

Masalahnya bukan hanya berapa harga truk, tetapi juga seberapa sering kendaraan tersebut digunakan.

Jika sebuah truk lebih banyak menganggur daripada beroperasi, aset tersebut tetap membutuhkan biaya perawatan dan administrasi. Akibatnya, biaya per perjalanan dapat menjadi kurang efisien.

Dengan jasa trucking, perusahaan dapat mengubah sebagian kebutuhan armada menjadi biaya operasional berdasarkan penggunaan.

2. Kebutuhan Armada Tidak Selalu Sama

Bayangkan perusahaan membutuhkan lima truk pada periode tertentu karena volume distribusi meningkat. Namun, pada bulan berikutnya kebutuhan tersebut turun menjadi dua atau tiga truk.

Jika perusahaan memiliki lima unit sendiri, sebagian armada berpotensi tidak digunakan secara maksimal.

Sebaliknya, jasa trucking memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas berdasarkan kebutuhan. Ketika volume meningkat, perusahaan dapat menambah kapasitas. Saat kebutuhan menurun, penggunaan armada dapat disesuaikan.

Fleksibilitas ini menjadi salah satu alasan penting perusahaan mempertimbangkan vendor trucking.

3. Perusahaan Tidak Perlu Menangani Semua Urusan Armada

Mengelola armada sendiri membutuhkan tim dan proses operasional yang tidak sedikit.

Perusahaan perlu memikirkan jadwal kendaraan, pengemudi, perawatan, kesiapan unit, monitoring perjalanan, hingga penanganan kendala di lapangan.

Dengan menggunakan jasa trucking, sebagian tanggung jawab tersebut dapat dialihkan kepada penyedia layanan. Perusahaan dapat lebih fokus pada aktivitas utama bisnis, sementara kebutuhan distribusi dikelola melalui mitra logistik.

Namun, pemilihan vendor tetap penting. Perusahaan perlu memastikan penyedia trucking memiliki sistem monitoring, koordinasi, dan pengelolaan armada yang memadai.

4. Fleksibel Memilih Jenis Armada

Tidak semua pengiriman membutuhkan jenis truk yang sama.

Ukuran, berat, volume, karakteristik barang, kondisi jalan, serta jarak pengiriman dapat memengaruhi pemilihan armada.

Misalnya, kebutuhan pengiriman dalam kota dapat berbeda dengan distribusi antarkota. Begitu juga kebutuhan untuk membawa muatan dengan volume besar akan berbeda dengan pengiriman yang lebih ringan.

Jika semua kebutuhan harus dipenuhi menggunakan armada milik sendiri, perusahaan berpotensi memiliki kendaraan yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan setiap pengiriman.

Melalui jasa trucking, perusahaan dapat menyesuaikan pilihan armada dengan karakteristik pekerjaan.

5. Risiko Perawatan Kendaraan Bisa Lebih Terkelola

Truk merupakan aset yang membutuhkan perawatan rutin. Oli, ban, rem, mesin, sistem kelistrikan, hingga komponen lainnya perlu diperiksa secara berkala.

Perawatan yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko kendaraan mengalami gangguan ketika sedang dibutuhkan.

Dengan menggunakan vendor trucking, perusahaan tidak perlu mengelola seluruh aktivitas perawatan kendaraan sendiri. Fokus perusahaan dapat diarahkan pada pengelolaan kebutuhan pengiriman dan evaluasi performa layanan.

Meski demikian, perusahaan tetap perlu memastikan vendor memiliki standar perawatan dan kesiapan armada yang baik.

6. Monitoring Perjalanan Menjadi Lebih Penting

Menggunakan jasa trucking bukan berarti perusahaan kehilangan visibilitas terhadap pengiriman.

Justru, sistem monitoring menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih vendor.

Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan apakah vendor memiliki GPS tracking, sistem monitoring perjalanan, informasi status pengiriman, serta mekanisme komunikasi ketika terjadi kendala.

Dengan visibilitas yang baik, perusahaan dapat mengetahui perkembangan pengiriman tanpa harus mengelola kendaraan secara langsung.

7. Bisa Memilih Model Trip-Based atau Dedicated Fleet

Tidak semua perusahaan membutuhkan armada dedicated sepanjang waktu.

Untuk kebutuhan yang berubah-ubah, model trip-based dapat menjadi pilihan karena armada digunakan berdasarkan kebutuhan perjalanan tertentu.

Sementara itu, perusahaan dengan kebutuhan distribusi yang lebih konsisten dapat mempertimbangkan dedicated fleet, yaitu pengelolaan armada yang dialokasikan untuk kebutuhan operasional tertentu.

Keduanya memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, model yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan volume, frekuensi, rute, dan pola distribusi perusahaan.

Kapan Membeli Truk Sendiri Bisa Menjadi Pilihan?

Jasa trucking bukan berarti selalu lebih baik daripada memiliki armada sendiri.

Ada kondisi tertentu ketika perusahaan memang membutuhkan armada internal. Misalnya, kebutuhan distribusi sangat rutin, utilisasi kendaraan tinggi, rute relatif stabil, dan perusahaan sudah memiliki kemampuan untuk mengelola armada serta pengemudi.

Karena itu, keputusan sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga sewa atau harga pembelian truk.

Perusahaan perlu menghitung total cost of ownership dan membandingkannya dengan biaya penggunaan jasa trucking.

Bandingkan Sebelum Memutuskan

Salah satu cara sederhana adalah membandingkan beberapa komponen berikut:

FaktorTruk SendiriJasa Trucking
Investasi awalTinggiLebih rendah
PerawatanDitangani perusahaanDikelola melalui vendor
Fleksibilitas kapasitasTerbatas pada armada yang dimilikiLebih fleksibel
Pengelolaan pengemudiInternalMelalui vendor
Risiko asetDitanggung perusahaanLebih terkelola melalui vendor
MonitoringDibangun dan dikelola sendiriMengikuti sistem vendor
Penyesuaian kebutuhanPerlu menyesuaikan asetDapat disesuaikan dengan kebutuhan

Tabel tersebut bukan berarti jasa trucking selalu menjadi pilihan terbaik. Kebutuhan setiap perusahaan berbeda.

Yang paling penting adalah menghitung biaya dan kebutuhan distribusi secara menyeluruh.

Jangan Hanya Menghitung Harga Per Trip

Kesalahan yang cukup umum adalah membandingkan harga jasa trucking dengan cicilan atau harga beli truk secara langsung.

Padahal, perhitungan armada sendiri harus memasukkan biaya yang lebih lengkap, seperti depresiasi kendaraan, perawatan, pajak, bahan bakar, pengemudi, downtime, serta biaya administrasi.

Sementara itu, ketika menggunakan vendor, perusahaan perlu melihat cakupan layanan yang diberikan, fleksibilitas armada, sistem monitoring, kualitas pengemudi, dan kemampuan vendor memenuhi kebutuhan distribusi.

Dengan begitu, keputusan tidak hanya berdasarkan angka paling murah, tetapi berdasarkan biaya dan nilai operasional secara keseluruhan.

Fastruck Membantu Perusahaan Mengelola Kebutuhan Trucking dengan Lebih Fleksibel

Fastruck hadir sebagai partner trucking dan distribusi untuk membantu perusahaan menyesuaikan kebutuhan armada dengan aktivitas operasional.

Fastruck didukung jaringan vendor trucking, TMS, GPS tracking, serta monitoring 24/7 untuk membantu meningkatkan visibilitas perjalanan. Kebutuhan armada juga dapat disesuaikan melalui model trip-based maupun dedicated fleet.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak harus selalu menambah aset kendaraan ketika kebutuhan distribusi meningkat. Kebutuhan dapat dibahas berdasarkan volume, rute, karakteristik barang, dan pola pengiriman.

Karena dalam logistik, memiliki lebih banyak truk belum tentu berarti lebih efisien. Yang lebih penting adalah memiliki kapasitas trucking yang tepat saat dibutuhkan.

Satu Ekosistem untuk Berbagai Kebutuhan Bisnis

Fasdeli Group hadir untuk membantu bisnis mengelola berbagai kebutuhan, mulai dari impor, freight forwarding, trucking, fulfillment, pengiriman uang, hingga pembiayaan impor.