
Dalam bisnis distribusi, biaya bahan bakar menjadi salah satu komponen yang cukup besar. Karena itu, pemilihan rute bukan sekadar menentukan jalan mana yang paling dekat. Rute yang kurang tepat dapat membuat kendaraan menempuh jarak lebih jauh, lebih sering berhenti, atau menghadapi kondisi jalan yang membuat konsumsi BBM meningkat.
Menariknya, kendaraan yang sama dengan muatan yang sama bisa menghasilkan konsumsi BBM berbeda ketika digunakan pada rute yang berbeda. Artinya, penghematan BBM tidak hanya bergantung pada jenis kendaraan atau cara mengemudi, tetapi juga bagaimana perjalanan tersebut direncanakan.
Rute Lebih Panjang, BBM Lebih Banyak
Faktor paling mudah terlihat adalah jarak. Semakin jauh kendaraan bergerak, semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk menjalankan perjalanan.
Misalnya, sebuah kendaraan seharusnya menempuh perjalanan sejauh 100 km. Namun karena rute yang dipilih kurang efisien, kendaraan harus menempuh tambahan 20 km. Dalam satu perjalanan, tambahan tersebut mungkin terlihat kecil. Akan tetapi, jika kendaraan melakukan perjalanan yang sama setiap hari, tambahan jarak dapat berubah menjadi biaya BBM yang cukup besar dalam satu bulan.
Karena itu, perusahaan perlu melihat total kilometer perjalanan, bukan hanya tujuan akhir.
Jalan Macet Juga Membuat Konsumsi BBM Meningkat
Rute terpendek belum tentu menjadi rute paling hemat. Salah satu alasannya adalah kondisi lalu lintas.
Kendaraan yang terus berjalan dengan kecepatan relatif stabil umumnya memiliki pola konsumsi yang berbeda dibandingkan kendaraan yang harus berulang kali berhenti dan kembali bergerak. Dalam kondisi kemacetan, kendaraan mengalami banyak aktivitas seperti pengereman, akselerasi, dan idle.
Situasi tersebut semakin terasa pada kendaraan distribusi yang membawa muatan. Kendaraan membutuhkan energi lebih besar ketika kembali berakselerasi setelah berhenti.
Jadi, memilih rute yang sedikit lebih jauh tetapi lalu lintasnya lebih lancar dalam kondisi tertentu justru dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.
Terlalu Banyak Stop Bisa Menambah Konsumsi BBM
Distribusi barang biasanya tidak hanya memiliki satu titik tujuan. Kendaraan dapat harus mengunjungi beberapa lokasi dalam satu perjalanan.
Jika urutan titik pengiriman tidak direncanakan dengan baik, kendaraan bisa melakukan perjalanan bolak-balik yang sebenarnya dapat dihindari. Akibatnya, jarak tempuh bertambah dan waktu perjalanan menjadi lebih panjang.
Contohnya, kendaraan harus mengirim barang ke tiga lokasi: A, B, dan C. Jika urutannya A-C-B, sementara B berada dekat dengan A, kendaraan mungkin harus melewati area yang sama lebih dari satu kali.
Masalah seperti ini terlihat sederhana, tetapi jika terjadi setiap hari dan melibatkan banyak kendaraan, dampaknya terhadap konsumsi BBM dapat menjadi signifikan.
Kondisi Jalan Berpengaruh terhadap Efisiensi
Rute distribusi juga perlu mempertimbangkan karakteristik jalan.
Jalan dengan banyak tanjakan, permukaan yang kurang baik, persimpangan padat, atau kondisi lalu lintas yang tidak stabil dapat memengaruhi pola konsumsi bahan bakar. Pada kendaraan bermuatan, pengaruh kondisi jalan bisa semakin terasa.
Karena itu, memilih rute sebaiknya tidak hanya berdasarkan jarak di peta. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.
Rute yang terlihat pendek secara geografis belum tentu menjadi rute paling efisien secara operasional.
Kesalahan Rute Bisa Menyebabkan Empty Miles
Salah satu masalah yang sering luput diperhatikan adalah empty miles, yaitu jarak yang ditempuh kendaraan tanpa membawa muatan yang optimal atau bahkan tanpa muatan.
Misalnya, kendaraan selesai melakukan pengiriman di suatu wilayah, kemudian kembali ke area asal tanpa mendapatkan perjalanan berikutnya. Jika perencanaan distribusi tidak memperhitungkan posisi kendaraan dan kebutuhan pengiriman berikutnya, kendaraan dapat menghasilkan kilometer tambahan tanpa memberikan nilai tambah yang sebanding.
Karena itu, pengelolaan rute sebaiknya terhubung dengan perencanaan perjalanan secara keseluruhan, bukan hanya menentukan jalan dari titik A ke titik B.
Teknologi Membantu Membaca Efisiensi Rute
Di sinilah teknologi seperti Transportation Management System (TMS) dapat membantu operasional transportasi.
Dengan sistem yang tepat, perusahaan dapat memperoleh visibilitas terhadap perjalanan kendaraan, jadwal, posisi kendaraan, serta aktivitas operasional lainnya. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah suatu rute memang efisien atau justru menghasilkan perjalanan tambahan.
Bagi perusahaan yang mengelola banyak kendaraan atau banyak tujuan distribusi, pendekatan berbasis data menjadi semakin penting. Keputusan rute tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan, tetapi dapat dievaluasi berdasarkan perjalanan yang benar-benar terjadi.
Bukan Sekadar Hemat BBM, Tapi Menghemat Biaya Distribusi
Rute yang lebih efisien tidak hanya berdampak pada bahan bakar. Ketika jarak tempuh dan waktu perjalanan dapat dikendalikan, perusahaan juga berpotensi mengurangi beban operasional lainnya.
Mulai dari penggunaan kendaraan, waktu kerja pengemudi, kebutuhan perawatan, hingga kemampuan kendaraan menyelesaikan lebih banyak perjalanan dapat ikut terpengaruh.
Dengan kata lain, efisiensi rute adalah bagian dari efisiensi biaya transportasi secara keseluruhan.
Bagaimana Fastruck Membantu Distribusi Lebih Terencana?
Setiap kebutuhan distribusi memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, Fastruck tidak sekadar menentukan kendaraan berdasarkan jenisnya. Kebutuhan customer dapat dianalisis berdasarkan jenis barang, volume, tujuan, jadwal, serta kebutuhan operasional lainnya untuk kemudian disesuaikan dengan solusi armada yang tepat.
Didukung Transportation Management System (TMS), monitoring operasional 24/7, dan jaringan vendor transportasi, Fastruck membantu perusahaan mengelola perjalanan distribusi secara lebih terstruktur dan memiliki visibilitas terhadap proses pengiriman.
Pada akhirnya, efisiensi BBM bukan hanya soal mencari kendaraan yang irit. Rute yang tepat, perencanaan perjalanan yang baik, dan pengelolaan transportasi berbasis data juga memiliki peran besar dalam mengendalikan biaya distribusi.
Jika bisnis Anda membutuhkan solusi transportasi untuk distribusi dengan kebutuhan armada dan rute yang beragam, Fastruck dapat membantu menyesuaikan solusi berdasarkan kebutuhan operasional Anda.
Fasdeli Group
Fasdeli Group — solusi bagi kebutuhan bisnis Anda untuk mendukung proses logistik, fulfillment, impor, keuangan, dan pengiriman lintas negara.
Silakan kunjungi:
Fastruck — jasa truk logistik
Faspoint — jasa fulfillment
Genco — jasa impor FCL dan kepabeanan
Harvest Indoexpress — jasa impor & freight forwarding
Fasremit — layanan pengiriman uang antarnegara
Fasdana — layanan pembiayaan impor