
Pernah melihat truk besar melintas saat malam hari dan bertanya-tanya, “Memangnya truk boleh lewat jam segini?” Jawabannya, tidak sesederhana boleh atau tidak boleh. Kendaraan angkutan barang memiliki ketentuan operasional yang dapat berbeda berdasarkan jenis kendaraan, kelas jalan, lokasi, serta aturan lalu lintas yang berlaku di wilayah tersebut.
Karena itu, waktu malam bukan berarti semua truk bebas melintas. Sebaliknya, ada ruas jalan tertentu yang memiliki pembatasan waktu bagi kendaraan angkutan barang. Tujuannya berkaitan dengan keselamatan, kelancaran lalu lintas, kondisi jalan, dan kepentingan masyarakat di kawasan yang dilalui.
Kenapa Truk Bisa Dibatasi Jam Melintas?
Truk memiliki dimensi dan bobot yang jauh lebih besar dibandingkan kendaraan biasa. Ketika jumlah kendaraan berat meningkat di jalan tertentu, terutama kawasan perkotaan yang padat, dampaknya bisa terasa pada arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Pembatasan juga dapat diterapkan untuk mengurangi kepadatan pada jam tertentu. Misalnya, ketika aktivitas masyarakat sedang tinggi atau ruas jalan menjadi sangat padat. Karena itu, pemerintah dapat mengatur waktu dan jalur tertentu yang dapat digunakan kendaraan angkutan barang.
Namun, perlu dipahami bahwa tidak ada satu jam operasional yang berlaku untuk semua truk di seluruh Indonesia. Pengaturan dapat berbeda sesuai lokasi dan jenis jalan.
Malam Hari Bukan Berarti Truk Bebas Melintas
Ada anggapan bahwa truk sengaja beroperasi malam hari karena kendaraan berat hanya boleh berjalan setelah jam tertentu. Padahal, situasinya lebih kompleks.
Pada beberapa ruas jalan, kendaraan angkutan barang justru diberikan waktu tertentu untuk melintas agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas pada siang hari. Sebaliknya, ruas lain dapat memiliki pembatasan yang berbeda berdasarkan kondisi wilayah.
Karena itu, perusahaan trucking harus mengetahui rute dan ketentuan yang berlaku sebelum perjalanan dimulai, bukan hanya mengandalkan perkiraan jam.
Jenis Truk dan Muatan Juga Berpengaruh
Aturan lalu lintas angkutan barang tidak hanya berkaitan dengan jam operasional. Kendaraan juga harus memenuhi ketentuan mengenai dimensi, berat, kelayakan kendaraan, serta jenis muatan.
Hal ini menjadi semakin penting dalam kebijakan Zero ODOL (Over Dimension Over Load). Kemenhub terus mendorong penertiban kendaraan yang memiliki dimensi berlebih atau membawa muatan melebihi ketentuan. Program tersebut menjadi bagian dari agenda menuju Indonesia Zero ODOL 2027.
Artinya, sekalipun sebuah truk mendapatkan izin atau berada pada waktu yang diperbolehkan untuk melintas, kendaraan tetap harus memenuhi ketentuan teknis dan keselamatan.
Sebelum Berangkat, Apa yang Harus Dicek?
Bagi perusahaan ekspedisi, pengecekan operasional sebaiknya dilakukan sebelum kendaraan meninggalkan lokasi. Tim perlu memastikan jenis kendaraan sesuai dengan kebutuhan muatan, dokumen lengkap, kondisi kendaraan layak, serta rute yang dipilih tidak melanggar pembatasan kendaraan barang.
Selain itu, pengemudi juga perlu mengetahui titik-titik yang memiliki aturan khusus. Jika rute melewati beberapa kota atau wilayah, ketentuannya tidak selalu sama. Inilah alasan mengapa perencanaan perjalanan menjadi bagian penting dalam operasional trucking.
Kenapa Pengaturan Rute Penting untuk Perusahaan Logistik?
Kesalahan memilih rute dapat menyebabkan kendaraan harus berhenti, memutar, atau menunggu hingga waktu yang diperbolehkan. Dampaknya bukan hanya keterlambatan pengiriman, tetapi juga meningkatnya biaya operasional.
Bagi perusahaan yang mengelola banyak perjalanan, informasi mengenai rute dan pembatasan kendaraan perlu menjadi bagian dari perencanaan transportasi. Dengan begitu, jadwal pengiriman dapat dibuat lebih realistis dan risiko gangguan perjalanan bisa ditekan.
Fastruck Mengutamakan Perencanaan dalam Operasional Trucking
Dalam bisnis trucking, perjalanan yang aman dan tepat waktu tidak hanya ditentukan oleh kendaraan. Perencanaan rute, kondisi armada, kesiapan pengemudi, serta koordinasi operasional memiliki peran yang sama pentingnya.
Fastruck menyediakan layanan truck rental, dedicated trucking, dan on-call trucking untuk berbagai kebutuhan bisnis. Dengan dukungan sistem operasional dan Transportation Management System (TMS), pengelolaan perjalanan dapat dilakukan secara lebih terstruktur.
Bagi perusahaan, memahami aturan kendaraan angkutan barang merupakan bagian penting sebelum menentukan jadwal pengiriman. Jadi, ketika Anda melihat truk melintas pada malam hari, jangan langsung beranggapan bahwa truk tersebut bebas berjalan kapan saja.
Truk boleh melintas jika memenuhi ketentuan yang berlaku. Yang tidak boleh adalah melintas sembarangan.
Untuk kebutuhan trucking yang membutuhkan perencanaan armada dan perjalanan secara lebih terstruktur, Fastruck siap membantu menyesuaikan layanan dengan kebutuhan operasional bisnis Anda.
Footer Fasdeli Group
Fasdeli Group: solusi bagi kebutuhan bisnis Anda untuk mendukung proses logistik, fulfillment, impor, keuangan, dan pengiriman lintas negara.
Silakan kunjungi:
Fastruck — jasa truk logistik
Faspoint — jasa fulfillment
Genco — jasa impor FCL dan kepabeanan
Harvest Indoexpress — jasa impor & freight forwarding
Fasremit — layanan pengiriman uang antarnegara
Fasdana — layanan pembiayaan impor