
Barang yang dikirim menggunakan truk tidak hanya menghadapi risiko keterlambatan. Selama perjalanan, muatan juga dapat mengalami benturan, bergeser, terjatuh, terkena getaran, hingga rusak akibat penataan yang kurang tepat.
Karena itu, menjaga kondisi barang tidak cukup hanya dengan memilih kendaraan yang sesuai. Proses pengiriman perlu diperhatikan sejak barang dimuat hingga tiba di lokasi tujuan.
Lantas, bagaimana cara mengurangi risiko kerusakan barang selama pengiriman?
1. Pilih Armada Sesuai Jenis dan Karakteristik Barang
Setiap barang memiliki kebutuhan transportasi yang berbeda. Barang dengan ukuran besar tentu membutuhkan ruang dan kapasitas kendaraan yang sesuai. Sementara itu, barang yang mudah rusak membutuhkan perlindungan dan penanganan lebih hati-hati.
Pemilihan armada perlu mempertimbangkan jenis barang, volume, berat, dimensi, serta kondisi perjalanan. Dengan begitu, barang tidak dipaksakan masuk ke kendaraan yang kapasitas atau spesifikasinya tidak sesuai.
Selain membantu menjaga kondisi barang, pemilihan kendaraan yang tepat juga membantu menjaga distribusi beban selama perjalanan.
2. Perhatikan Distribusi Berat Muatan
Penataan barang di dalam bak truk bukan sekadar membuat seluruh muatan masuk ke dalam kendaraan. Posisi dan distribusi berat juga perlu diperhatikan.
Muatan yang terkonsentrasi pada satu sisi atau satu area dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan. Karena itu, barang perlu ditempatkan dengan mempertimbangkan distribusi berat dan kapasitas kendaraan.
UNECE juga merekomendasikan agar barang berat didistribusikan secara tepat pada area lantai dan tidak ditempatkan di atas barang yang lebih ringan.
Hal ini menjadi semakin penting ketika kendaraan membawa berbagai jenis barang dalam satu perjalanan.
3. Gunakan Metode Pengamanan Muatan yang Tepat
Barang yang sudah tersusun belum tentu aman. Getaran, pengereman, akselerasi, dan perubahan arah selama perjalanan dapat menyebabkan muatan bergeser.
Karena itu, barang perlu diamankan menggunakan metode yang sesuai, seperti blocking, lashing, atau kombinasi beberapa metode pengamanan. Material antiselip juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi pergerakan muatan.
Pengamanan juga harus disesuaikan dengan karakteristik barang. Ikatan yang terlalu longgar dapat membuat barang bergerak, sedangkan pengamanan yang terlalu kuat justru berpotensi merusak kemasan atau barang.
4. Pastikan Kemasan Mampu Melindungi Barang
Risiko kerusakan tidak selalu berasal dari perjalanan. Kondisi kemasan juga memiliki peran penting.
Barang dengan kemasan yang lemah lebih rentan mengalami kerusakan ketika terkena tekanan, getaran, atau benturan. Oleh sebab itu, kemasan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan risiko selama proses distribusi.
Untuk barang tertentu, perlindungan tambahan seperti pallet, edge protector, wrapping, atau material antiselip dapat digunakan sesuai kebutuhan.
5. Jangan Abaikan Kondisi Kendaraan
Kondisi kendaraan juga menjadi bagian dari keamanan pengiriman. Sebelum perjalanan dimulai, kendaraan perlu diperiksa untuk memastikan bagian-bagian penting dalam kondisi layak.
Pemeriksaan dapat mencakup kondisi ban, rem, bak kendaraan, sistem pengamanan muatan, serta kelengkapan pendukung lainnya.
Kendaraan yang layak membantu mengurangi risiko gangguan selama perjalanan sekaligus memberikan lingkungan transportasi yang lebih aman bagi barang.
6. Hindari Muatan Berlebih
Memaksimalkan kapasitas kendaraan bukan berarti mengisi kendaraan sebanyak mungkin.
Muatan yang melebihi kapasitas dapat meningkatkan risiko terhadap keselamatan kendaraan, pengemudi, barang, dan pengguna jalan lainnya. Kementerian Perhubungan juga terus memperkuat implementasi kebijakan menuju Zero Over Dimension Over Load (ODOL) 2027, dengan penanganan dari hulu hingga hilir.
Karena itu, perhitungan berat dan kapasitas perlu dilakukan sebelum proses pengiriman. Kapasitas kendaraan harus menjadi salah satu pertimbangan utama saat menentukan armada.
7. Lakukan Pemeriksaan Sebelum Truk Berangkat
Sebelum kendaraan meninggalkan lokasi, lakukan pengecekan akhir terhadap muatan.
Pastikan barang sudah tersusun dengan benar, pengaman terpasang, tidak terdapat barang yang berpotensi bergeser, dan kondisi kendaraan siap digunakan.
Pemeriksaan sederhana sebelum keberangkatan dapat membantu menemukan masalah lebih awal. IRU juga menempatkan pemeriksaan, metode pengamanan, perlengkapan, dan distribusi muatan sebagai bagian penting dari proses safe loading and cargo securing.
8. Pantau Perjalanan hingga Barang Tiba
Pengiriman tidak berhenti ketika truk meninggalkan gudang. Monitoring selama perjalanan juga penting untuk mengetahui posisi kendaraan dan membantu tim melakukan koordinasi apabila terjadi kendala.
Dengan dukungan sistem monitoring dan tracking, perjalanan dapat dipantau secara lebih terstruktur. Informasi perjalanan juga dapat membantu perusahaan mengetahui status pengiriman dan berkoordinasi dengan pihak terkait ketika dibutuhkan.
Kerusakan Barang Bisa Dicegah dari Awal
Risiko kerusakan barang selama pengiriman tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Namun, risikonya dapat ditekan melalui perencanaan dan pengawasan yang tepat.
Mulai dari memilih armada sesuai kebutuhan, menghitung kapasitas, menata distribusi berat, menggunakan metode pengamanan yang tepat, hingga melakukan pemeriksaan sebelum keberangkatan. Setiap tahap memiliki peran dalam menjaga barang tetap aman selama perjalanan.
Pada akhirnya, pengiriman yang baik bukan hanya tentang barang sampai di tujuan, tetapi juga bagaimana barang tersebut tiba dalam kondisi yang sesuai dengan saat diberangkatkan.
Fastruck membantu kebutuhan distribusi dan transportasi barang dengan solusi trucking yang disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman. Dengan dukungan jaringan armada, sistem monitoring, dan pengelolaan perjalanan, proses distribusi dapat dilakukan secara lebih terencana dan terkontrol.
Butuh solusi trucking untuk kebutuhan distribusi bisnis Anda? Hubungi Fastruck dan diskusikan kebutuhan pengiriman Anda.
Fasdeli Group — solusi bagi kebutuhan bisnis Anda untuk mendukung proses logistik, fulfillment, impor, keuangan, dan pengiriman lintas negara.
- Fastruck — jasa truk logistik: https://fastruck.id/
- Faspoint — jasa fulfillment: https://faspoint.id/
- Genco — jasa impor FCL dan kepabeanan: https://gencoexpress.id/
- Harvest Indoexpress — jasa impor & freight forwarding: https://harvestindoexpress.id/
- Fasremit — layanan pengiriman uang antarnegara: https://fasremit.com/
- Fasdana — layanan pembiayaan impor: https://www.fasdana.id